Malam Lentera Sastra #7: Merawat Ingatan dan Karya Maestro Idrus Tintin

PEKANBARU, SUKUSENI.COM – Rumah Kreatif Suku Seni Riau kembali menggelar panggung apresiasi Malam Lentera Sastra (Mantra) #7 pada Sabtu (31/10/2026) pukul 20.00 WIB di Studio Suku Seni. Mengusung tema “Membaca Idrus Tintin”, pertunjukan ketujuh ini didedikasikan sebagai ruang bersama untuk mengenang, mengingat, sekaligus menghargai warisan kesusastraan mendiang Idrus Tintin yang namanya terus bergaung di Bumi Melayu, khususnya Riau.

Sebagai tokoh sentral kesenian di Riau, jejak ketokohan Idrus Tintin tidak hanya abadi melalui deretan buku kumpulan puisinya, tetapi juga terpatri sebagai nama tempat bersejarah sekaligus ruang kesenian kebanggaan masyarakat di Pekanbaru dan Riau, yakni Anjung Seni Idrus Tintin.

Kepala Suku Seni Riau, Marhalim Zaini, dalam sambutannya menegaskan bahwa Malam Lentera Sastra bertujuan untuk merawat ingatan kolektif serta membangkitkan kembali semangat kesenian dan kesastraan. Melalui ruang apresiasi ini, sosok sastrawan yang telah tiada dibuktikan tetap hidup dan relevan karena karya-karyanya masih terus dibaca serta diapresiasi di tengah arus modernisasi saat ini.

Apresiasi serupa turut disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Anton, yang hadir langsung memberikan sambutan sekaligus ikut membacakan puisi di panggung Mantra #7.

Suasana malam apresiasi semakin hidup melalui penampilan spesial (special performance) dari pegiat dan pencinta seni musikalisasi puisi, Hayeti Andra. Dalam kesempatan tersebut, ia membawakan musikalisasi puisi serta lagu ciptaannya yang diangkat dari puisi karya Idrus Tintin dan menggambarkan sosok sang sastrawan, berjudul “Kepak Sayap Si Angsa Putih” (atau “Angsa Putih”). Selain itu, Hayeti Andra bersama dua orang adiknya turut menyuguhkan lagu ciptaan mereka yang bertolak dari kepedulian terhadap isu-isu lingkungan.

Kemeriahan acara berlanjut pada sesi Parade Baca Puisi dan panggung terbuka (open mic) yang mendominasi jalannya kegiatan. Panggung ini membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa saja untuk tampil membacakan puisi maupun musikalisasi puisi, dengan dukungan buku-buku puisi karya Idrus Tintin yang telah disediakan bagi audiens.

Sejumlah penampil yang turut memeriahkan parade baca puisi ini antara lain Marhalim Zaini, Arwa Chantika, Ayna Syafitri, Ilham Ramadhan, Laposa Mirdja, anggota Suku Seni, hingga masyarakat umum dan penikmat sastra yang sengaja hadir dari Kota Dumai.

Sepanjang malam, bait-bait puisi ikonik karya almarhum Idrus Tintin kembali menggema di Studio Suku Seni, di antaranya puisi berjudul “Pesan Seorang Ayah kepada Anaknya”, “Ular Itu”, “Elegi”, hingga “Gambus”.