Segera Hadir! Sekolah Budaya Pesisir

Setelah tiga periode berjalan pada program Sekolah Budaya sejak 2022, kini Rumah Kreatif Suku Seni Riau melakukan pengembangan lewat program Sekolah Budaya Pesisir. Program tersebut merupakan program jangka panjang dengan misi membangun kesadaran ekologis yang berkelanjutan melalui edukasi warisan budaya lingkungan pesisir.

Dengan pengelolaan oleh tim manajemen Suku Seni, serta keterlibatan masyarakat setempat, Sekolah Budaya Pesisir ini akan dilaksanakan berlokasi di titik terluar pulau Bengkalis yang memiliki persoalan lingkungan wilayah pesisir seperti abrasi, dan juga merupakan bagian dari konservasi mangrove dunia. Bertepat di Desa Teluk Pambang, Pulau Bengkalis, yang juga tersedia bangunan utama sederhana yang dikelola oleh Suku Seni secara swadaya dengan nama Balai Suku Seni.

Sekolah Budaya Pesisir merupakan program Vokasional Berbasis Kesadaran, dengan waktu pelaksanaan yang fleksibel tergantung pada kedalaman materi yang hendak dicapai. Melalui sasaran yang tidak hanya kepada masyarakat umum, namun juga kepada generasi muda dan masyarakat Suku Asli di Pulau Bengkalis.

Terdapat tiga program dengan skema waktu pembelajaran, diantaranya adalah Program Intensif (Short Course) yang berfokus pada aksi nyata dan kampanye, dengan durasi waktu 3-5 hari. Selain itu ada juga Progam Reguler (Modular) dengan durasi waktu 3-4 bulan melalui 1-2 pertemuan dalam sepekan. Program ini berfokus pada pendalaman budaya dan perubahan perilaku dengan hasil terbentuknya komunitas yang sadar dan peduli lingkungan. Dan terdapat juga program pendampingan berkelanjutan (pascasekolah) yang berdurasi 6 bulan hingga 1 tahun. Dengan tujuan memastikan kesadaran lingkungan dan keterampilan yang sudah dipelajari benar-benar menjadi budaya hidup dan sumber penghasilan.

Selain Sekolah Budaya Pesisir, masih berlokasi yang sama, di Balai Suku Seni juga diadakannya event tahunan dengan tajuk Riau Mangrove Art & Cultural Festival yang berkolaborasi bersama kelembagaan setempat mulai dari pemerintah desa, Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), Lembaga Adat Melayu (LAM), hingga organisasi pemuda yang ada di Desa Teluk Pambang.

Melalui pendekatan kognitif, emosional, dan praktikal, Sekolah Budaya Pesisir harapannya mampu melahirkan generasi sadar dan peduli budaya lingkungan pesisir, memiliki pemahaman yang komprehensif, serta lahirnya aksi nyata pelestarian lingkungan melalui kreativitas seni budaya. (H2M)