Demi Peningkatan Kapasitas, Suku Seni Laksanakan Lokakarya Tata Kelola Komunitas Seni 2026

Diawal tahun 2026 dalam agenda yang bertajuk Lokakarya Tata Kelola Komunitas Seni, Suku Seni Riau melaksanakan evaluasi program 2025 dan menyusun program untuk tahun ini, dengan mengundang Iwan Irawan sebagai narasumber untuk berbagi pengalamannya selama berkesenian, yang dilaksanakan di Prime Park Hotel, Pekanbaru (10/01).

Kegiatan ini dikhususkan bagi peningkatan organisasi dan kapasitas SDM keanggotaan Suku Seni Riau. Dengan terlaksananya berbagai program Suku Seni di 2025, agenda ini menjadi evaluasi melihat ketercapaian maupun berbagai kendala yang dihadapi selama satu tahun terakhir.

Selain itu juga, berbagai program juga direncanakan di tahun 2026 ini, hal tersebut dilakukan untuk persiapan diri dan terutama manajemen dan tata kelola yang baik bagi internal Suku Seni sebagai sebuah kolektif.  

Bersama narsumber dengan puluhan tahun pengalaman di komunitas seni, Iwan Irawan membagi pengalamannya selama ia di Yogyakarta saat nyantrik di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja selama empat tahun. Hingga puluhan tahun membangun Pusat Latihan Tari (PLT) Laksemana di Riau. Dalam pengalamannya Iwan menjelaskan bahwa berkesenian silaturahmi menjadi hal penting, karena hal tersebut yang akan membentuk ekosistem di berkesenian dengan nuansa kekeluargaan.

Selain itu juga, keikhlasan menjadi hal penting dalam berkesenian. Ikhlas bagi Iwan adalah bentuk didikan, pendisiplinan, kesiapan, hingga menerima segala bentuk kritik yang melatih mental seniman itu sendiri dan memberikan banyak pertimbangan. Iwan juga menambahkan bahwa, “Sebuah karya yang baik bukan karena tepuk tangan, tapi karena caci maki”.

Kemudian, Kepala Suku, Marhalim Zaini memimpin tim manajemen Suku Seni dalam menyusun program 2026. Setiap anggota dalam bidang di Suku memaparkan evaluasinya selama 25 dan menjalankan usulan program yang tersusun dalam linimasa.

Lokakarya ini sebagai bentuk persiapan dalam penyelenggaraan program-program ke depan, dengan mengevaluasi dan merencanakan dengan baik, melalaui manajemen dan tata kelola yang baik. Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Kebudayaan melalui Dana Indonesiana.