Melalui Suku Screening, diepisode ke-28 ini Sukusinema kembali menggelar nonton bareng dan diskusi, dengan menayangkan karya Sutradara Aby Kusdinar yang berjudul The Lost Boys Club. Bersama Ilham Ramadhan sebagai moderator, ia memandu jalannya diskusi sehabis film ditayangkan, di Studio Suku Seni Riau, Sabtu (16/8).
Film The Lost Boys Club, merupakan series dan juga sekuel dari film yang berjudul Anak Laki-laki yang Belajar Menghilang. Sebuah kisah tentang Dika, tentang kekecawaannya yang tak bisa mendapatkan sepatu baru dari kakaknya.
Merasa tak lagi membutuhkan kakaknya, ia pergi meninggalkan kakaknya bersama dua orang temannya. Namun hal buruk terjadi, mereka terjebak di dunia yang aneh dan kesulitan untuk keluar dari dunia tersebut.
Ilham, selaku moderator memulai diskusi dengan mempertanyakan hal yang menjadi kesulitan dalam proses produksi film tersebut. Aby, sang sutradara menjelaskan bahwa pencarian aktor dalam film tersebut merupakan bagian sulit dalam film tersebut. Ia juga menambahkan bahwa aktor anak-anak memang cukup sulit untuk dicari, terutama pada salah satu karakter yang dibutuhkan Aby, yaitu mata yang bisa ‘berbicara’.
Selain itu, film yang sudah memulai prosesnya sejak September 2024 lalu, Aby menjelaskan bahwa diakhir dalam proses syuting juga terkendala akan waktu, yang akhirnya membatalkan tiga adegan yang ada di naskah. Meski demikian tidak menyurutkan Aby untuk memberikan tampilan lain dari filmnya.
Menyinggung tema dari filmnya yang berkisah tentang remaja, Kepala Suku Seni Riau, Marhalim Zaini mengapresiasi karya Aby tersebut karena tayangan bertemakan remaja, yang juga masih jarang di Pekanbaru, dan menyarankan penting untuk memperluas jaringan hingga ke sekolah-sekolah untuk mempopulerkan karya dengan tema remaja tersebut. “Sebagai orang tua, film ini bisa menjadi refleksi dalam melihat anak-anak kita,” imbuhnya. (H2M)
© 2025 Rumah Kreatif Suku Seni Riau