Sembang Malam: Kunjungan Kepala Badan Bahasa ke Suku Seni Riau

Disalah satu agendanya selama dua hari di Provinsi Riau, Hafidz Muksin, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melakukan kunjungan ke Rumah Kreatif Suku Seni Riau bersama dengan tamu undangan dari 12 komunitas sastra dan literasi yang ada di Riau, Jumat (15/8).

Dalam rangkaian yang bertajuk Sembang Malam tersebut, Kepala Badan Bahasa juga didampingi oleh Kepala Balai Bahasa Riau, Umi Kulsum, di Studio Suku Seni Riau. Dipandu oleh moderator, Laposa Mirdja, rangkaian acara dimulai dengan pembacaan puisi karya Ibrahim Sattah oleh Joni Hendri.

Dalam sambutannya, Kepala Suku Seni Riau, Marhalim Zaini menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ruang untuk berbincang tentang dunia sastra dan literasi. “Semoga hal ini menjadi ruang pencerahan baru untuk dunia sastra dan literasi kita di Riau” imbuhnya.

Selanjutnya, Hafidz Muksin selaku Kepala Badan Bahasa, membuka uraian singkat dan memantik diskusi hangat bersama dengan 12 komunitas sastra dan literasi di Riau. Dalam penyampaiannya, dengan gaya tutur yang perlahan, Hafidz menyampaikan tentang pemaknaan antara bahasa, sastra, dan media. Yang menurutnya adalah suatu yang saling melengkapi sebagai ungkapan daya cipta kreatif.

Dalam kunjungannya ke Suku Seni Riau, Hafidz mengungkapkan tujuannya untuk bertemu dan berbincang secara langsung dengan komunitas-komunitas sastra dan literasi di Riau. Demi kemajuan sastra dan literasi ia menjelaskan bahwa, “Ingin saya di sini, malam hari ini, adanya gagasan, ide, sehingga bisa kita gagas bersama”.

Tak hanya itu, dalam upaya Badan Bahasa, program tahun 2025 pun ikut dipaparkan secara ringkas. Diantaranya ialah pengembangan komunitas sastra dan literasi dengan pemberian bantuan dana sebagai stimulan bagi komunitas-komunitas untuk secara masif berkontribusi dan bermanfaat. Juga program dalam upaya pelestarian bahasa daerah, yang harapannya bisa terus diwariskan dari generasi ke generasi selanjutnya.

Kemudian, diskusi pun bergulir untuk saling bertanya dan menanggapi dari komunitas-komunitas yang hadir. Salah satunya ialah Mulyati dari Rumah Baca Mentari Sago. Ia menjelaskan kurangnnya ketersedian bahan bacaan yang ada di sekolah-sekolah, karena dengan peningkatan jumlah bacaan, menurutnya adalah langkah baik untuk peningkatan baca-tulis atau literasi di Indonesia. Selain itu, pembinaan guru terhadap literasi menurutnya pun masih kurang, dan harapannya adanya program untuk penguatan pada guru demi peningkatan literasi kepada para siswa.

Diskusi terus berlangsung, dari masing-masing komunitas yang memberikan pertanyaan ataupun saling bertukar pandangan, yang secara langsung dijawab atau ditanggapi oleh Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin. Beberapa tanggapan tersebut diantaranya membahas tentang program revitalisasi bahasa, literasi generasi muda dalam penggunaan kecerdasan buatan (AI), hingga keikutsertaan komunitas-komunitas literasi dan sastra dalam mendukung program-program literasi nasional.

Menutup sesi diskusi dan sebelum seluruh rangkaian kegiatan diakhiri, Kunni Masrohati dari Komunitas Budaya Rumah Sunting menutupnya lewat tampilan pembacaan puisinya yang berjudul “Dialog Pohon Maham yang Terbakar”.